I HATE ARDIE SISWANTO!

May 30, 2009

Analisis Penyaringan Fresh Graduate

Filed under: Uncategorized — susugoyang @ 2:31 pm

Untuk semua yang sudah bingung mengenai postingan saya sebelumnya, dan bukannya saya mencari masalah tapi hanya mengklarifikasi maksud saya yang sebenarnya.

Sedalam – dalamnya tidak ada maksud untuk merendahkan, mewakili, atau ingin menjadi representatif dari Fresh graduate, melainkan apa yang saya alami akan saya tuliskan di dalam text di bawah ini, bahwa sanya:

Ketika Interview Yang Dipedulikan Terlebih kepada PORTFOLIO, PORTFOLIO, PORTFOLIO, tidak jauh dari situ. Company kan memang macam – macam, tetapi mostly yang saya temukan ketika saya melakukan interview sebanyak 40 – 50 kali, dari antara 100% — 99% memperhatikan PORTFOLIO saja, sedangkan 1% atasan, pimpinan, owner memperhatikan bagian lain dari calon graphic designer tersebut; baik dari Cara Ngomong, Pengetahuan tentang Dunia Iklan Yang Lebih (membuat saya diterima di satu company Advertising di daerah Mangga Dua), Kemampuan Membedakan Warna (membuat saya diterima di perusahaan design seperti sekarang), Kemampuan Menulis, Kemampuan Mengerti / Memahami Target Audience, dan sebagainya yang tidak terlalu diperhatikan selain PORTFOLIO, PORTFOLIO, dan PORTFOLIO.

Dan itu yang saya rasakan ketika ditolak interview 15 – 30 kali, tapi akhirnya bisa masuk menembus beberapa agency karena mereka (sebagai) pelaksana pimpinan juga melihat saya dari sisi lain tidak hanya portfolio; seperti bagaimana si Ardie Siswanto ini membedakan / menyamakan warna dengan kemampuan matanya yang tajam, bagaimana Ardie Siswanto menganalisis sebuah iklan; iklan di mata masyarakat itu bagaimana, iklan itu meaning nya apa, iklan itu dianalisa dengan target audience seperti apa, yang membuat si Ardie Siswanto ini akhirnya berhasil (sebenarnya) menembus 3 – 4 perusahaan pada saat itu juga dari 15 – 30 kali ditolak interview, tapi yang saya pilih dari 3 – 4 itu hanyalah satu perusahaan yang saya duduki sekarang ini.

Jadi fair kan sekarang, jangan sangkut pautkan dengan karakter Ardie Siswanto yang cari perhatian. Saya tidak ada harapan untuk mencari perhatian. Kembali lagi maksud saya hanyalah sekedar SHARING, Tetapi selalu dipersalahgunakan oleh member – member tertentu untuk menjadi ajang cela – celaan. Jangan salah, saya malas untuk mencari masalah sama orang. In reality kalau misalkan ketemu sama orang yang cari masalah aja pasti saya tinggalin.

Jadi ini Analisa saya lho ya, kemarin yang bilang dia bisa masuk O&M Advertising dan dinilai dari segi lainnya selain Portfolio dia itu menarik untuk dibaca, nggak sembarangan juga kan ngeliat dari segi Portfolio doang.

Tapi untuk kalian yang (entah) sebagai Owner atau HRD yang serba melihat dari sisi Portfolio saja (which is memalukan menurut saya) ya tolong sadar diri sendiri, terserah anda, sadar diri sendiri kan nggak usah dikasih tau orang to? Sadar diri sendiri untuk mengimprovisasi perusahaan anda dimulai dari diri anda sendiri, bukan dari orang lain. Apalagi ada perusahaan yang melihat dari sisi Psikotest (pernah saya sebutkan sebelumnya) saja, dan Portfolio diabaikan sama sekali.

Jadi yang benar yang mana? Apakah anda Owner yang hanya melihat:
01 Portfolio, tapi kemampuan lainnya anda abaikan?
02 Psikotest saja, tapi Portfolio dan kemampuan lain anda abaikan?
03 Portfolio, Psikotest, Kemampuan Lain – Lain yang memungkinkan si A (Portfolio Lemah), Psikotest Maybe Lemah, Tapi di Kemampuan Lain si Anak (fresh grader) calon designer ini kuat…

Jadi yang mana yang tetap anda inginkan untuk dijadikan pedoman di dalam menyeleksi calon pegawai anda?

No. 1 / 2 / atau 3 (yang menurut saya paling fair)?

Regards

Ardie Siswanto

May 24, 2009

Kau Begitu Benar!

Filed under: Uncategorized — susugoyang @ 12:41 pm

Jadi kau mengatakan kita bisa berbaur
Cukup sampai situ
Lupakan saja janjimu itu

Kau begitu benar!
Aku tahu! Kamu menyalahkanku demi kemenanganmu
Begitu Salah, Begitu Benar!
Aku kau jadikan budakmu di dalam kekalahanku

Laguku ini ku nyanyikan untukmu
Kurang kerjaan kau memasang tulisanmu
Hanya untuk melecehkanku
Betapa teganya engkau tak mengenali diriku
Mengatakan aku harus meremukkan cermin
Melihat keburukan wajahku
Tak pernah lupa dendamku akan kulemparkan
Lewat cerminku yang patah

Kau begitu benar!
Aku tahu! Kamu menyalahkanku demi kemenanganmu
Begitu Salah, Begitu Benar!
Aku kau jadikan budakmu di dalam kekalahanku

Pakailah baju untuk menyelimuti diriku
Telanjang hanya untuk engkau tertawakan
So far so good, begitu baik engkau menjelekkanku
Menuduhku lugu, bedebah mulai beraksi
Aku tak pernah tahu
Sadar akan kelemahanku sendiri
Tanpa harus memakan omonganmu
Yang melecehkanku sampai ke tahap dendamku

Kau begitu benar!
Aku tahu! Kamu menyalahkanku demi kemenanganmu
Begitu Salah, Begitu Benar!
Aku kau jadikan budakmu di dalam kekalahanku

Apakah kau senang sekarang?
Membaca tulisanku ini
Apakah kau menginginkan semuanya?
Apakah kau harus mati untuk membunuhku?
Apakah kau menginginkan segalanya dari membunuhku?

Kau begitu benar!
Aku tahu! Kamu menyalahkanku demi kemenanganmu
Begitu Salah, Begitu Benar!
Aku kau jadikan budakmu di dalam kekalahanku

Resep Nikmat Susu Goyang Ala Ardie Siswanto

Filed under: Uncategorized — susugoyang @ 12:01 pm

800px-Kid_feeding_on_mothers_milk

SUSU GOYANG RASA STRAWBERRY

By Ardie Siswanto

Lebih enak daripada Milk Shake Strawberry sekalipun… Cocok, Pelengkap Rasa untuk Kaum Adam…

01 Susu Goyang Ala Kaum Hawa

Susu yang berasal dari kata “Milk” bisa berarti cairan putih yang diproduksi dari susu sapi… tetapi untuk bahan kali ini kita mempergunakan bahan asli dari manusia, yaitu dari susu kaum hawa.

02 Selai Strawberry

03 Lidah

Lidah bukan sembarang lidah binatang… Namun lidah para lelaki yang sedang ingin menikmati susu goyang.

04 Dua Telapak Tangan Kaum Adam Sebagai Pelengkap Adonan

Caranya Mudah:

01 DIPEGANG – Peganglah Susu Goyang Ala Kaum Hawa Dengan Dua Tangan Anda (harus Kaum Adam dong)

02 DIPUTAR – Putarlah Susu Goyang Ala Kaum Hawa Dengan Dua Tangan Anda

03 DIBERIKAN SELAI SEBANYAK SATU SENDOK TEH KEPADA MASING – MASING SUSU

04 GOYANGKAN 30 DETIK SUPAYA MENYEBAR KE MASING – MASING SUSU

05 MASUKKAN KE MULUT

06 HISAPPPP!!!!!

DON’T TRY THIS AT HOME !!

Mempertanyakan Senioritas Senior Sexor(CCI)sstttt

Filed under: Uncategorized — susugoyang @ 11:58 am

Hello Semua yang ada di sini. Saya hanya ingin memberikan satu ulasan, mungkin bisa dibilang versi kedua dari fresh grad, artikel fresh graduate yang saya tuliskan, walaupun versinya agak berbeda sedikit.

Saya hanya ingin mempertanyakan kepada seluruh penghuni di sini, terlebih kepada para senior yang seringkali mempostingkan JOB VACANCY, atau bahkan yang tidak memposting tapi tetap aktif di dalam membaca dan mengikuti perkembangan yang ada di milist ini. Pertanyaannya adalah “Apakah anda sebegitu ikhlas dan sebegitu menyayangi fresh graduate seperti diri anda sendiri?” Jawabannya TENTU TIDAK!! Ngapain gue pikirin? Itu toh yang akan ada di pikiran kalian semua yang ada di Creative Circle Indonesia mailing list.

Kenapa saya katakan demikian, karena anda tidak peduli, anda tidak mau tahu dengan nasib seorang fresh graduate yang sudah pernah saya bahas.

Seorang Fresh Graduate memerlukan tanahnya untuk berkembang, dan anda sebagai senior lah yang memiliki tanah untuk berkembang itu. Namun apakah karena resesi, apakah karena. Seorang fresh graduate memerlukan ruangan untuk berteriak, dan kalian lah yang seharusnya memberikan ruangan itu untuk berteriak.

Entah karena Resesi atau sudah terlalu banyak persaingan, akhirnya yang terjadi malah sebaliknya. Yang terjadi adalah: seorang fresh graduate yang malang seperti saya (Alhamduliah setelah 3 bulan mendapatkan pekerjaan), dan yang lainnya yang masih menunggu atas nasib penganggurannya, menjadi menganggur tanpa arti. Padahal kalian yang seharusnya memiliki usaha (kalian yang menjadi owner) seharusnya dapat melihat tidak hanya dari portfolio. Sense kalian seharusnya juga mempertanyakan ke seorang fresh graduate itu mengenai apa arti nya advertising? Sejauh mana dia mengerti tentang iklan, dan banyak lagi yang lain yang sebenarnya bisa dipertanyakan selain hanya Portfolio.

Seharusnya diperlakukan sistem seperti ini di perusahaan, Saya berikan satu contoh yang paling mujarab dari apa yang diperlakukan oleh Manajement McDonald Indonesia bahwasannya “Masing – masing agent McDonald harus menerima dan memiliki at least 1 Pegawai yang cacat / disabled people” Artinya sistem kemanusiaan ini harus diberlakukan di semua outlet McDonald dan seharusnya bisa diperlakukan sama juga dengan halnya anda yang menjadi owner maupun atasan di sebuah company.

Sama dengan anda semua, seharusnya anda at least memiliki 1 – 2 bahkan lebih Fresh Graduate yang masih “belum bisa apa – apa” untuk kalian latih dan kalian bimbing, tidak lalu kalian buang begitu saja menjadi pengangguran seperti kami ini. Mengapa demikian? Karena kalian memilih untuk mengambil pegawai yang sudah berpengalaman, berkonsep, sudah hebat. Kalian menuliskan bahwa “Yes We’re Welcoming Fresh Grad” tapi aslinya itu semua bohong, dan tidaklah nyata, tidak sama seperti yang anda lakukan. Jika kalian ingin menciptakan sebuah perjuangan baru, kalian seharusnya menerima fresh graduate yang masih amatir, blm terlalu bisa apa – apa, dan jangan punya excuse untuk “KITA SIBUK JADI KITA TIDAK PUNYA WAKTU UNTUK MENGAJARI MEREKA” Kalau gitu pikiran anda, mendingan tulis di Job Vacancy yang anda buat bahwa anda sebenarnya tidak mencari Fresh grad, melainkan mencari yang sudah berpengalaman.

Sekian dan terima kasih

Hasta La Vista

Ardie Siswanto

Perusahaan Kecil vs Perusahaan Besar

Filed under: Uncategorized — susugoyang @ 11:57 am

Plus Minus

01 Perusahaan Kecil yang baru saja buka
- Dari segi pegawai: bisa belajar banyak dari perkembangan perusahaan itu dari A (ketika si perusahaan baru mulai buka) menjadi lahir, menjadi sedikit demi sedikit berkembang, proses bisa diikuti oleh kita sebagai seorang pegawai.

- Dari segi atasan: bisa mengajari pegawai, dan melihat perkembangan pegawai secara langsung dan instant karena sifatnya direct: Owner To Employee. Bisa langsung mengerti kekurangan bawahan, kelebihan bawahan dan bisa langsung memahami apa kelebihan mereka. Instinct boss menjadi lebih dalam karena sifatnya langsung towards Employee.

MINUS
- Dari segi perusahaan: masih berantakan dan masih amburadul karena baru buka, belum lama buka, masih baru, baru – baru settle
- Dari segi boss: masih harus membuat suatu kurikulum, stimulus, dan peraturan baru untuk agency nya
- Dari segi pegawai: masih harus adaptive dengan ketidak stabilan perusahaan yang baru, perusahaan kecil, perusahaan yang baru buka itu.

Plus Minus dari Agency / Perusahaan Yang Sudah Buka Lama / Besar

Minus:
01 Dari segi pegawai:
** Lebih banyak persaingan yang ketat ketika masuk sehingga memungkinkan tersisih lebih mudah ketika masuk karena perusahaan sudah banyak diketahui oleh calon pegawai
** Pegawai akan lebih sulit untuk mengikuti stimulus / kurikulum yang ada karena kurikulum sudah terbentuk dengan lama jadi harus lebih cepat adaptive tidak boleh lambat
** Pegawai yang cenderung lambat akan tersisih dengan sendirinya jika tidak lebih cepat adaptive karena perusahaan sudah berekspektasi lebih tinggi

02 Dari segi boss:
** Tidak ada waktu / tidak banyak waktu untuk mengajari calon pegawai (inilah mengapa banyak fresh grad yang ditolak ketika interview, seperti saya) karena mereka cenderung banyak tidak memiliki waktu untuk mengajari calon calon fresh grad dengan excuse tersendiri seperti “kita sudah terlalu sibuk, kita tidak punya waktu, ngapain amat?”
** Beresiko untuk dipecat juga, Boss adalah pegawai dari Manager, Manager adalah bawahan dari Owner, jadi semua tetap memiliki resiko untuk dipecat lebih daripada di perusahaan kecil (Owner To Employee Direct System).

Ada yang mau menambahkan lagi dari postingan saya?

Tuliskanlah menurut anda

Plus Minus
Perusahaan Kecil vs Perusahaan Besar
Dari segi manapun yang anda inginkan
Sekali lagi jangan malah saling mengejek!
Tulis pendapat anda
Dan perusahaan mana yang lebih anda minati untuk diri anda sendiri
PIKIRKANLAH MULAI SAAT INI JUGA!

Fenomena Penghuni CCI (Creative Circle Indonesia)

Filed under: Uncategorized — susugoyang @ 11:56 am

Hallo. Selamat siang dan selamat berminggu ria untuk kalian semua. Tentunya kalian semua sudah tahu apa artinya CCI “Creative Circle Indonesia”… Tempat untuk berkumpul sesama mahluk hidup. Semuanya beragam, namun terdapat keunikan dari kumpulan manusia – manusia yang ada di CCI. Keunikannya terlihat di bagaimana cara mereka untuk memberikan ulasan dan menuliskan komentar mereka terhadap setiap postingan yang masuk.

Hal ini terlihat ketika mereka merespond adanya suatu postingan atau bahkan ketika melihat adanya suatu karakter yang baru bermunculan di CCI. Seperti misalnya, postingan Hariadhi yang membahas tentang Sosro kemarin, atau sosok tokoh baru yang bermunculan bernama Ardie Siswanto. Tentu saja ini merupakan sebuah gejolak dan temptation baru yang dihadapi oleh seluruh penghuni CCI. Walaupun komentar beragam, yang terjadi malah sebaliknya.

Di CCI, Ketika yang terjadi ada dua hal dari antara sebagian event penting:
01 Munculnya Hoax Teh Sosro
02 Munculnya Ardie Siswanto

Yang terjadi bukannya malah dihargai dan direview dengan baik seperti layaknya seorang Journalist, melainkan malah menjatuh – jatuhkan satu sama lain. Ketika mengetahui Hoax Teh Sosro bukannya dianalisis terlebih dahulu namun langsung berkembang biak menjadi penyebaran secara luas sehingga muncul fase dan tahapan kedua yaitu saling menjelek – jelekkan sang pencipta Hoax alias Hariadhi.

Hal tersebut yang terjadi juga sama ketika tokoh Ardie Siswanto muncul. Bukannya si Ardie Siswanto ini dberikan pengertian dan dimengerti lebih lanjut sehingga dapat memperbaiki kualitas agency / company, melainkan dijadikan ajang ejek – ejekan dan saling ribut, saling kisruh. Bukti nyata, banyak Creative Director, bahkan company / owner yang saling menghujat Ardie Siswanto.

Jujur saja Ardie Siswanto tidak menanggung beban dan kerugian apapun dari event seperti ini, melainkan seperti Creative Director tertentu yang sudah menjelek – jelekkan Ardie Siswanto hingga menghujat dengan istilah – istilah seperti “kentut”, “dumb”, “stupid idiot” lah yang akan terlihat sungguh sangat amat memalukan di depan khalayak luas. Sekarang menjadi seorang Creative Director tidak hanya menggunakan tangannya saja untuk berkreasi secara luas, melainkan otaknya juga yang seharusnya dipergunakan di dalam beretika ketika mereka ingin mengkomentari sebuah posting dari seseorang.

Apakah sekarang anda sebagai Creative Director dan Seluruh Mahluk Penghuni CCI adalah Kalangan Manusia Purba yang harus belajar bagaimana cara bertutur kata dan berbicara dengan baik bahkan menuliskannya dengan etika yang benar ketika menghadapi beberapa kasus yang selama ini terjadi?

Inilah dia Fenomena Penghuni CCI yang membuat saya serasa hidup di tengah – tengah jaman purba seperti yang saya rasakan di dalam milist ini. Masih misterius, menyimpan banyak misteri akan mengapa mereka begitu cepat angkuh, marah, mengkritik secara pedas… Padahal yang dilihat hanyalah masalah sepele yang seharusnya tidak perlu dibahas secara panjang dan mendalam.

Hasta La Vista Baby

Ardie Siswanto

May 22, 2009

Seperti Layaknya Perempuan

Filed under: Uncategorized — susugoyang @ 7:16 pm

Hanya Engkau Yang Tahu
Bagaimana Memperlakukan Lelaki Sepertiku
Seharusnya Seperti Layaknya Perempuan
Membuat Para Lelaki Tergila – Gila
Aku tahu mereka pasti ketagihan

Creative Director Atau Motherfucker?

Filed under: Uncategorized — susugoyang @ 6:26 pm

Creative Director Atau Motherfucker

Kepada: Anda Yang Berinisial “I” Yang Notabene Adalah Seorang Creative Director

Pesan Ini juga disampaikan kepada seorang fresh grader yang bernama “I dan A”

Apa kabar kalian berdua? Tentu saya akan mereferensikan postingan ini untuk fresh grad yang barusan ingin menanyakan seputar Design / Advert Agency. “Halo kawan2 mau nanya nih…” bla bla bla gak usah saya tulis karena gak etis. Lalu si CD bukannya malah menjawab dengan selayaknya, lantas kelakuannya lebih parah daripada anak kecil dengan cara menuliskan di blognya dan mengatai anak itu lugu, anak itu tidak pernah tahu menahu, dsb. Sekarang apakah si CD ini bisa dikatakan professional dengan menghujat habis – habisan si anak itu? Tidak. Jelas – jelas tidak. Yang ada malah saya akan katai MOTHERFUCKER !

Motherfucker memang selalu kita jumpai di hidup kita. Di jalanan for example, Di kendaraan umum ketika anda menaiknya ada jambret, anda bisa mengatai mereka semua Motherfucker. Di kalangan kehidupanmu, pacar kek, temen kek ada yang nggak beres… lo bisa katai MOTHERFUCKER, Even kalau misalkan pun anda mau meludahi wajah mereka. Motherfucker! Mother Fucker! anda bilang kata itu dengan asik dengan tertawa – tawa.

Hal ini yang akan saya ungkapkan dan hujatkan pada seorang CD Bermuka Tua berinisial I yang selaluuu saja hara – huru untuk mempromosikan Kepintaran (Yang Aslinya Kebodohannya) di suatu blog untuk mencaci maki fresh grader dengan asiknya tanpa rasa bersalah sekalipun. Wowww… LIHAT ADA SEORANG MOTHERFUCKER BARU yang lahir dan tercipta oleh Tuhan Yang Maha Kuasa di atas bumi yaitu Mas I… Sayang sekali nama Mas I yang asli tidak bisa saya letakkan di sini, berikut serta blog nya. Ntar Kecihannn Deh Loeee nggak etis gitu. Rasanya pengen gue caci maki aja nih orang lebih daripada seorang jambret.

Love and Peace not WAR!

Ardie Siswanto

Pengalamanku… So Far So Good

Filed under: Uncategorized — susugoyang @ 6:16 pm

Teman – teman mari kita belajar dari pengalaman.

Aku ingin mengajak kalian semua membaca tulisanku ini. Aku begitu beruntung memasuki dunia pekerjaan, walaupun memang pada awalnya banyak yang harus aku hadapi. Aku sempat, di tolak interview sekitar 15 – 20 – 30 kali (maybe), karena ada beberapa alasan tertentu yang jujur memang tidak aku ketahui, tetapi tentu ada beberapa yang aku ketahui.  Mulai dari pengalaman inilah yang tentu saja menyakitkan, sampai dengan aku harus pindah – pindah kantor dalam masa penyesuaian alias ketidak stabilan ini, kutemukanlah sekarang dan saat ini satu kantor yang memang betul – betul SREG dengan visi misiku. Aku tak akan menyebutkan kantorku seperti apa sedetail apa dan segala macam, tapi yang jelas aku menemukan apa yang aku mau di kantorku yang ini SETELAH BERPULUH (PULUHAN) KALI AKU DITOLAK INTERVIEW Sana – sini dan sebagainya.

Nah tentu saja ada alasan tersendiri mengapa perusahaan tidak memilih pegawainya, selain pada saat interview memang kesopanan itu penting. Tetapi saya sendiri tidak merasa bahwa itu seharusnya membuat anda terkecil hati. Apalagi ketika jaman sekarang dimana sudah terjadi yang namanya Resesi, dan banyak Fresh Grad yang lebih beruntung karena mereka lebih berkonsep, atau bahkan fresh grad banyak koneksi ke agency dan segala macam. Tetapi kita yang justru ditolak, tentu pasti akan menemukan satu tempat walaupun harus ditolak – tolak dan hatinya dianiaya terlebih dahulu… justru satu tempat yang akan ditemukan si orang buangan (seperti saya he he he…) bisa lebih baik manfaatnya daripada yang di dapat oleh orang lain. Percaya atau tidak? guess by yourself. Sejujurnya sih iya. Boleh dikatakan seharusnya IYA BENER BANGET, Apa yang saya rasakan itu betul sekali.

Walaupun memang masalah Portfolio, Salary, dan Chemistry juga menjadi peranan penting di dalam pemilihan pegawai, tetapi tetap Resesi dan Faktor Lebih Banyak Persaingan Yang Ketat sekarang menjadikan fresh grader seperti saya yang masih nggak ngerti sana sini terbuang begitu saja… padahal mereka mencari seorang fresh grad kan? Nah ini dia, yang sebenarnya tidak diketahui oleh fresh grad lain…

Peace Guys

Ardie Siswanto

Gelar Adalah Segalanyakah?

Filed under: Uncategorized — susugoyang @ 6:09 pm

Gelar Adalah Segalanya Kah?
Ardie Siswanto

Gelar Adalah Segalanya Kah?
Posisi Adalah Segalanya Kah?

Dengan berat hati, susah – susah gampang aku hanya ingin menuliskan apa yang selama ini aku alami di sini. Kenapa kalian sebagai orang – orang petuah yang tinggi, mendamba – dambakan status kalian. Entah CEO, CD, HRD, apapun itu. Kalian memang memiliki posisi tertinggi mungkin tetapi kalian bukanlah penguasa dunia yang bisa mengandalkan segala – galanya kan? Baru saja lulus dari kuliah dan mendapatkan gelar, apakah gelar itu segala – galanya? Tidak juga. Bahkan gelar ketika anda bekerja. Jikalau itu jatuh di tangan saya, saya tidak ingin menjadikannya sebagai “AH SAYA INGIN MENDAMPRAT FRESH GRAD KARENA GELAR SAYA” Melainkan lebih ke arah “Ok lah … Ini hanya gelar” dan saya bekerja untuk Gelar saya, bukan Gelar saya lah yang saya pergunakan untuk bashing people all around seperti yang suka – suka pantat saya mau ngomong apa saya turuti. That’s what happened dan ketika seorang graphic designer mengakui keahliannya dengan sangat amat tetapi malah …

You know… Bashing fresh graduate, bashing them seperti sampah. Mempermalukan, yah gue sudah punya pengalaman banyak – itu katamu, aku sudah berkali – kali mendengarkannya. Aku sudah capek mendengarkan pengakuanmu atas gelarmu yang jujur tiada artinya di bumi ini. Bukannya semuanya ditulis kalau apapun yang kamu miliki hanyalah sementara? Bukannya saya sok suci, tetapi jujur terlalu … Manusia itu terlalu, tidak memiliki akal panjang di dalam mempergunakan segala macam apa yang dimilikinya, let’s say juga dengan gelarnya.

Yang ada bukannya malah menghargai tapi nge bash people like Hariadhi, People like siapapun yang seharusnya berkarya.

Pertanyaannya apakah sekarang anda yang seharusnya memberi kesempatan, anda yang seharusnya CD, GH, CEO, atau siapapun yang tinggi itu seharusnya bisa lebih bijaksana daripada ground bashing Fresh graduate — seorang fresh yang sejujurnya bisa lebih baik daripada kalian – kalian yang sudah senior di sini?

Setiap postingan tampaknya selalu dipusingin dan diribetin sampe – sampe nggak ada maksud apa – apa cuma postingan doang kok malah di treat seperti (sorry) a++hole. Siapa yang seperti itu sekarang? Anda yang punya Gelar tapi senang dengan ngebash orang atau saya sebagai fresh grad yang justru di posisikan sebagai seseorang yang tertindas seperti itu?

Regards
Ardie Siswanto

Older Posts »

Blog at WordPress.com.