Untuk semua yang sudah bingung mengenai postingan saya sebelumnya, dan bukannya saya mencari masalah tapi hanya mengklarifikasi maksud saya yang sebenarnya.
Sedalam – dalamnya tidak ada maksud untuk merendahkan, mewakili, atau ingin menjadi representatif dari Fresh graduate, melainkan apa yang saya alami akan saya tuliskan di dalam text di bawah ini, bahwa sanya:
Ketika Interview Yang Dipedulikan Terlebih kepada PORTFOLIO, PORTFOLIO, PORTFOLIO, tidak jauh dari situ. Company kan memang macam – macam, tetapi mostly yang saya temukan ketika saya melakukan interview sebanyak 40 – 50 kali, dari antara 100% — 99% memperhatikan PORTFOLIO saja, sedangkan 1% atasan, pimpinan, owner memperhatikan bagian lain dari calon graphic designer tersebut; baik dari Cara Ngomong, Pengetahuan tentang Dunia Iklan Yang Lebih (membuat saya diterima di satu company Advertising di daerah Mangga Dua), Kemampuan Membedakan Warna (membuat saya diterima di perusahaan design seperti sekarang), Kemampuan Menulis, Kemampuan Mengerti / Memahami Target Audience, dan sebagainya yang tidak terlalu diperhatikan selain PORTFOLIO, PORTFOLIO, dan PORTFOLIO.
Dan itu yang saya rasakan ketika ditolak interview 15 – 30 kali, tapi akhirnya bisa masuk menembus beberapa agency karena mereka (sebagai) pelaksana pimpinan juga melihat saya dari sisi lain tidak hanya portfolio; seperti bagaimana si Ardie Siswanto ini membedakan / menyamakan warna dengan kemampuan matanya yang tajam, bagaimana Ardie Siswanto menganalisis sebuah iklan; iklan di mata masyarakat itu bagaimana, iklan itu meaning nya apa, iklan itu dianalisa dengan target audience seperti apa, yang membuat si Ardie Siswanto ini akhirnya berhasil (sebenarnya) menembus 3 – 4 perusahaan pada saat itu juga dari 15 – 30 kali ditolak interview, tapi yang saya pilih dari 3 – 4 itu hanyalah satu perusahaan yang saya duduki sekarang ini.
Jadi fair kan sekarang, jangan sangkut pautkan dengan karakter Ardie Siswanto yang cari perhatian. Saya tidak ada harapan untuk mencari perhatian. Kembali lagi maksud saya hanyalah sekedar SHARING, Tetapi selalu dipersalahgunakan oleh member – member tertentu untuk menjadi ajang cela – celaan. Jangan salah, saya malas untuk mencari masalah sama orang. In reality kalau misalkan ketemu sama orang yang cari masalah aja pasti saya tinggalin.
Jadi ini Analisa saya lho ya, kemarin yang bilang dia bisa masuk O&M Advertising dan dinilai dari segi lainnya selain Portfolio dia itu menarik untuk dibaca, nggak sembarangan juga kan ngeliat dari segi Portfolio doang.
Tapi untuk kalian yang (entah) sebagai Owner atau HRD yang serba melihat dari sisi Portfolio saja (which is memalukan menurut saya) ya tolong sadar diri sendiri, terserah anda, sadar diri sendiri kan nggak usah dikasih tau orang to? Sadar diri sendiri untuk mengimprovisasi perusahaan anda dimulai dari diri anda sendiri, bukan dari orang lain. Apalagi ada perusahaan yang melihat dari sisi Psikotest (pernah saya sebutkan sebelumnya) saja, dan Portfolio diabaikan sama sekali.
Jadi yang benar yang mana? Apakah anda Owner yang hanya melihat:
01 Portfolio, tapi kemampuan lainnya anda abaikan?
02 Psikotest saja, tapi Portfolio dan kemampuan lain anda abaikan?
03 Portfolio, Psikotest, Kemampuan Lain – Lain yang memungkinkan si A (Portfolio Lemah), Psikotest Maybe Lemah, Tapi di Kemampuan Lain si Anak (fresh grader) calon designer ini kuat…
Jadi yang mana yang tetap anda inginkan untuk dijadikan pedoman di dalam menyeleksi calon pegawai anda?
No. 1 / 2 / atau 3 (yang menurut saya paling fair)?
Regards
Ardie Siswanto
